Archive for apple

Business Model Framework

Posted in Kuliah: Creative and Innovation with tags , , , on December 13, 2010 by wibisanamoekti

Ladies and Gentlemen, in this chapter i’ll write and explain about Business Model Framework. Asik gak kalo gua pake bahasa Inggris? Nggak aaah… Hhmmm, ada yang tau nggak Business Model Framework itu apa? Gua juga gak tau sih sebenernya. Tapi setelah membaca informasi-informasi mengenai Business Model Framework (BMF aja ah disingkat), akhirnya gua mendapatkan gambaran yang cukup lumayan asik buat diketahui. Ini penting lho buat anak bisnis. Hehehe…

Pertama-tama, apa sih business model itu? Biar semua pada tau yee, bisnis model adalah suatu kerangka kerja untuk membuat bentuk-bentuk ekonomi, sosial, dan/atau semua nilai-nilai dalam perusahaan. “Model bisnis”, isitilah tersebut biasanya digunakan untuk berbagai deskripsi informal atau formal untuk mewakili aspek-aspek inti dari bisnis, termasuk tujuan, penawaran, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktek-praktek perdagangan, dan juga operasional proses dan kebijakan perusahaan. Dalam arti yang paling bener sih menurut gua, sebuah model bisnis adalah metode dalam melakukan bisnis dengan perusahaan yang dapat berdiri sendiri. Artinya, menghasilkan pendapatan. Model bisnis memaksa bagaimana suatu perusahaan menghasilkan uang dengan menentukan dimana posisi dalam sebuah “value chain” (rantai nilai) perusahaan.

Sebenernya, BMF ini adalah suatu kunci dari bagian operational bisnis dalam suatu perusahaan. Kalo gak ada BMF dalam suatu perusahaan, maka alur produksi dalam perusahaan itu gak akan terbaca, sehingga kita gak bakal tau perusahaan itu lagi mengalami kesuksesan atau kegagalan. Dengan adanya BMF ini, kita bisa membaca jalannya perusahaan, dari tahap produksi sampai ke dimana barang ada di konsumen. Canggih nggak?

Untuk lebih gampangnya, ini gua masukkin gambar mengenai Business Model Framework Apple.inc. Silahkan diresapi kedalam otak Andaa……

Pertama, kita perlu memahami komponen-komponen tersebut lebih rinci. Coba lihat pada bagian kiri dari bagan di atas Anda, bagan tersebut memiliki supply-side issues, dan di sebelah kanan ada demand-side issues. Perusahaan yang berbeda memiliki tingkat yang berbeda-beda untuk melakukan performanya dalam setiap bidang komponen dalam model bisnisnya. Anda dapat memiliki biasanya hanya kelas dunia atau strategis diferensiasi dalam satu (atau paling banyak dua) daerah ini. Berikut ini adalah beberapa contoh untuk membawa diagram tersebut terasa lebih hidup:

Di tengah adalah value proposition. Proposisi inti dari telepon selular telah sangat sukses untuk berdiri dan proposisi kita semua adalah ingin ikut terus membangun kesuksesannya. Contoh lain value proposition (proposisi nilai) adalah sukses dari dunia telekomunikasi termasuk layanan Nextel walkie-talkie itu, Direct Connect dan Motorola’s TETRA public safety networks. Untuk alat peraga nilai Media Anda bisa memilih The Wall Street Journal (editorial independence dan excellence analysis) atau The Economist (berkas sempurna berita penting bagi orang-orang penting).

Intel memiliki akses ke desain chip dan teknologi manufaktur yang hanya sedikit dibandingakan dengan para pesaingnya. Namun, mereka memiliki keunggulan di bidang kemitraan (partnership) dengan produsen PC, Microsoft dan pengecer dengan melekatkan diri dalam rantai nilai (value chain) dan di otak konsumen. Contoh yang baik di Telco adalah DoCoMo (dengan i-mode) dan pengecer Inggris Carphone Warehouse (dengan penawaran produk multi-operator). Dalam Media, contohnya adalah merchandising yang hampir tak terbatas oleh Lucasfilms sekitar franchise Star Wars.

Kemampuan desain Apple adalah contoh kemampuan menemukan bahwa orang lain sulit untuk ditiru. Dalam telekomunikasi AT & T / Bell Labs (pra de-merger) adalah pemimpin dalam segala hal elektronik dan optik, dan hari ini portofolio paten Qualcomm CDMA menunjukkan dari yang kuat ‘kemampuan’. Dalam Media Anda bisa memilih Pixar dengan kemampuan animasi CGI. (Sebagian besar Penyedia Peralatan Jaringan sangat kuat di sini, tentu saja. Tantangan mereka adalah untuk menciptakan kemampuan untuk mendukung klien mereka di bidang komponen lain dari kerangka model bisnis baru jika mereka ingin benar-benar menambah nilai dan dibedakan).

Cisco is the daddy of supply-chain configuration. In the sky…. Dalam telekomunikasi Sprint PCS (dengan multi-level afiliasi pembangunan jaringan model), Telenor (membeli hak eksklusif sepak bola), Nokia (dengan efisiensi handset massa-pasar), dan Yahoo! di Media (bertindak sebagai agregator dan integrator) menunjukkan kemampuan yang kuat ‘supply chain konfigurasi’.

Wal-Mart is the master of the cost model. Misalnya, truk mereka selalu berjalan dengan lampu depan dinyalakan pada karena mereka telah mengetahui bahwa biaya kecelakaan pasti sangat besar, oleh karena itu mereka sangat berhati-hati. Mereka mendaur ulang kotak dan palet sementara yang lain (perusahaan lain) membuang barang-barang tersebut. Anda tidak bisa mendapatkan gantungan dan menyimpannya ketika Anda membeli sebuah t-shirt dari mereka, karena akan langsung kembali ke rak.

Jadiiiii….. Sudah mengerti semua kan apa yang dimaksud dengan Business Model Framework. Berterimakasihlah kepada sayaaaa….. wkwkwkkw…

Terakhir, ada lho strategi-strategi untuk melakukan Business Model Framework, nih gua tulisin, baca yaaa:

1. Market Potential/Cost Structure

  • Target inefficiencies in off-line value chain
  • Scalability (MC and FC)
  • Appeal of low-service levels in the industry

2. Pricing and Advertising Potential

  • Price Discrimination
  • Customer Data
  • Versioning & Targeting
  • Legal Issues

3. Barriers to Entry

  • Network Externalities (Direct and Indirect)
  • Switching Cost/Lock-In
  • Scarce Assets—Legal, Reputational, Strategic
  • Channel Conflict

4. Alliances/Partnerships/Acquisitions

  • Complementarities
  • Merge, Ally or go it Alone Decisions

5. Sustainability

  • Potential Competitors
  • Potential New Markets

Enjoy.. and Peace!

Advertisements