Archive for December, 2010

Spiritual Creativity, bukan Paranormal Activity!

Posted in Kuliah: Creative and Innovation with tags on December 13, 2010 by wibisanamoekti

Wadooohh… Apaan nih Spiritual Creativity?  Apakah yang ada di dalam otak Ada ketika pertama kali mendengar spiritual creativity? Kalo gua, pas pertama kali denger spiritual creativity langsung muncul Paranormal Activity di kepala gua. Seyeeeeemmm bangeeedd… Atuut aaahhh… Jadi apa sih Spiritual Creativity itu? Kalo di Bahasa Indonesiain, spiritual activity itu adalah sebuah kekreativitasan yang muncul akibat pemikiran-pemikiran atau perilaku spiritual kita. Asik gak pengertian Spiritual Creativity menurut Adela Wibisana Moekti? Wkwkwkwk…

Karena gua cari-cari di google tentang spiritual creativity nggak ada, kosong melompong, dan habis total, maka gua akan mengartikan Spiritual Creativity dengan artian gua sendiri. Spiritual creativity bisa muncul atas dasar pemikiran dasar jiwa dan hati kita, bisa juga muncul karena didukung oleh perilaku kita semenjak kita kecil. Spiritual Creativity juga muncul dalam pemikiran kita karena didukung oleh Agama kita. Dari semenjak kita kecil, agama kita mengajarkan norma-norma dan nilai-nilai baik, sehingga nilai-nilai dan norma Agama tersebut tertanam di dalam benak kita sampai kapa pun. Sebaliknya, jika kita tidak memiliki nilai, norma, dan hati yang baik, Spiritual Creaticity dalam diri kita tidak akan muncul sebgaimana mestinya.

Kalo di dunia ini ada Spiritual Creativity, pasti ada Intelligence Creativity. Bener kan? Bener gak yaa? Hehehe.. Yaaa kalau Intelligence Creativity berarti kebalikanya Spiritual Creativity laaah… Okaay, selamat menikamati… Peace!

Business Model Framework

Posted in Kuliah: Creative and Innovation with tags , , , on December 13, 2010 by wibisanamoekti

Ladies and Gentlemen, in this chapter i’ll write and explain about Business Model Framework. Asik gak kalo gua pake bahasa Inggris? Nggak aaah… Hhmmm, ada yang tau nggak Business Model Framework itu apa? Gua juga gak tau sih sebenernya. Tapi setelah membaca informasi-informasi mengenai Business Model Framework (BMF aja ah disingkat), akhirnya gua mendapatkan gambaran yang cukup lumayan asik buat diketahui. Ini penting lho buat anak bisnis. Hehehe…

Pertama-tama, apa sih business model itu? Biar semua pada tau yee, bisnis model adalah suatu kerangka kerja untuk membuat bentuk-bentuk ekonomi, sosial, dan/atau semua nilai-nilai dalam perusahaan. “Model bisnis”, isitilah tersebut biasanya digunakan untuk berbagai deskripsi informal atau formal untuk mewakili aspek-aspek inti dari bisnis, termasuk tujuan, penawaran, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktek-praktek perdagangan, dan juga operasional proses dan kebijakan perusahaan. Dalam arti yang paling bener sih menurut gua, sebuah model bisnis adalah metode dalam melakukan bisnis dengan perusahaan yang dapat berdiri sendiri. Artinya, menghasilkan pendapatan. Model bisnis memaksa bagaimana suatu perusahaan menghasilkan uang dengan menentukan dimana posisi dalam sebuah “value chain” (rantai nilai) perusahaan.

Sebenernya, BMF ini adalah suatu kunci dari bagian operational bisnis dalam suatu perusahaan. Kalo gak ada BMF dalam suatu perusahaan, maka alur produksi dalam perusahaan itu gak akan terbaca, sehingga kita gak bakal tau perusahaan itu lagi mengalami kesuksesan atau kegagalan. Dengan adanya BMF ini, kita bisa membaca jalannya perusahaan, dari tahap produksi sampai ke dimana barang ada di konsumen. Canggih nggak?

Untuk lebih gampangnya, ini gua masukkin gambar mengenai Business Model Framework Apple.inc. Silahkan diresapi kedalam otak Andaa……

Pertama, kita perlu memahami komponen-komponen tersebut lebih rinci. Coba lihat pada bagian kiri dari bagan di atas Anda, bagan tersebut memiliki supply-side issues, dan di sebelah kanan ada demand-side issues. Perusahaan yang berbeda memiliki tingkat yang berbeda-beda untuk melakukan performanya dalam setiap bidang komponen dalam model bisnisnya. Anda dapat memiliki biasanya hanya kelas dunia atau strategis diferensiasi dalam satu (atau paling banyak dua) daerah ini. Berikut ini adalah beberapa contoh untuk membawa diagram tersebut terasa lebih hidup:

Di tengah adalah value proposition. Proposisi inti dari telepon selular telah sangat sukses untuk berdiri dan proposisi kita semua adalah ingin ikut terus membangun kesuksesannya. Contoh lain value proposition (proposisi nilai) adalah sukses dari dunia telekomunikasi termasuk layanan Nextel walkie-talkie itu, Direct Connect dan Motorola’s TETRA public safety networks. Untuk alat peraga nilai Media Anda bisa memilih The Wall Street Journal (editorial independence dan excellence analysis) atau The Economist (berkas sempurna berita penting bagi orang-orang penting).

Intel memiliki akses ke desain chip dan teknologi manufaktur yang hanya sedikit dibandingakan dengan para pesaingnya. Namun, mereka memiliki keunggulan di bidang kemitraan (partnership) dengan produsen PC, Microsoft dan pengecer dengan melekatkan diri dalam rantai nilai (value chain) dan di otak konsumen. Contoh yang baik di Telco adalah DoCoMo (dengan i-mode) dan pengecer Inggris Carphone Warehouse (dengan penawaran produk multi-operator). Dalam Media, contohnya adalah merchandising yang hampir tak terbatas oleh Lucasfilms sekitar franchise Star Wars.

Kemampuan desain Apple adalah contoh kemampuan menemukan bahwa orang lain sulit untuk ditiru. Dalam telekomunikasi AT & T / Bell Labs (pra de-merger) adalah pemimpin dalam segala hal elektronik dan optik, dan hari ini portofolio paten Qualcomm CDMA menunjukkan dari yang kuat ‘kemampuan’. Dalam Media Anda bisa memilih Pixar dengan kemampuan animasi CGI. (Sebagian besar Penyedia Peralatan Jaringan sangat kuat di sini, tentu saja. Tantangan mereka adalah untuk menciptakan kemampuan untuk mendukung klien mereka di bidang komponen lain dari kerangka model bisnis baru jika mereka ingin benar-benar menambah nilai dan dibedakan).

Cisco is the daddy of supply-chain configuration. In the sky…. Dalam telekomunikasi Sprint PCS (dengan multi-level afiliasi pembangunan jaringan model), Telenor (membeli hak eksklusif sepak bola), Nokia (dengan efisiensi handset massa-pasar), dan Yahoo! di Media (bertindak sebagai agregator dan integrator) menunjukkan kemampuan yang kuat ‘supply chain konfigurasi’.

Wal-Mart is the master of the cost model. Misalnya, truk mereka selalu berjalan dengan lampu depan dinyalakan pada karena mereka telah mengetahui bahwa biaya kecelakaan pasti sangat besar, oleh karena itu mereka sangat berhati-hati. Mereka mendaur ulang kotak dan palet sementara yang lain (perusahaan lain) membuang barang-barang tersebut. Anda tidak bisa mendapatkan gantungan dan menyimpannya ketika Anda membeli sebuah t-shirt dari mereka, karena akan langsung kembali ke rak.

Jadiiiii….. Sudah mengerti semua kan apa yang dimaksud dengan Business Model Framework. Berterimakasihlah kepada sayaaaa….. wkwkwkkw…

Terakhir, ada lho strategi-strategi untuk melakukan Business Model Framework, nih gua tulisin, baca yaaa:

1. Market Potential/Cost Structure

  • Target inefficiencies in off-line value chain
  • Scalability (MC and FC)
  • Appeal of low-service levels in the industry

2. Pricing and Advertising Potential

  • Price Discrimination
  • Customer Data
  • Versioning & Targeting
  • Legal Issues

3. Barriers to Entry

  • Network Externalities (Direct and Indirect)
  • Switching Cost/Lock-In
  • Scarce Assets—Legal, Reputational, Strategic
  • Channel Conflict

4. Alliances/Partnerships/Acquisitions

  • Complementarities
  • Merge, Ally or go it Alone Decisions

5. Sustainability

  • Potential Competitors
  • Potential New Markets

Enjoy.. and Peace!

Let’s SCAMPER to get SMARTER!

Posted in Kuliah: Creative and Innovation with tags , , on December 12, 2010 by wibisanamoekti

Tahukah kamu SCAMPER? SCAMPER adalah suatu benda berwarna putih berbentuk bulat kecil seperti permen mentos. Haahahahahaha… Itu mah KAMPER. Maaf intermezzo dulu. Kali ini gua akan menjelaskan tentang SCAMPER, suatu metode pemikiran kreatif yang saya dapat dari mata kuliah Creative and Innovation di SBM-ITB.

Metode SCAMPER adalah salah satu cara yang mak nyoss untuk mengubah atau membuat satu ide menjadi beberapa ide yang lebih banyak. Untuk menerapkan metode ini, cukup aja hanya dengan menerapkan langkah-langkah yang bakal gua sebutin nanti dibawah ini. Sebagai contoh, misalnya lo punya ide untuk membuat gadget baru. Lo mungkin bisa “Substitute” (mengganti) bahan yang ada dengan bahan  yang baru untuk membuat barang tersebut menjadi lebih kuat, atau bisa juga memperbesar (“Magnify”) bahan tersebut untuk membuat lebih besar, atau juga “eliminate” atau mengurangi beberapa bahan dalam barang tersebut untuk membuatnya lebih ringan.

SCAMPER itu adalah singkatan dari tujuh teknik berfikir untuk membantu orang-orang yang mempunyai ide yang sangat tidak umum untuk meyelesaikan permasalahannya. Variasi dari SCAMPER mencapai delapan teknik berfikir, yang aslinya disebut SCAMPERR.

Cara Menggunakan SCAMPER:

Buka bungkus plastiknya, keluarkan Scampernya, simpan di lemari atau kamar mandi. Eh itu mah Kamper lagi deng. Wkwkwkw… Yang bener cara menggunakan metodi ini: Pada setiap titik dalam situasi berfikir kreatif, sendiri atau dalam kelompok, solusi baru akan muncul ketika mereka atau orang-orang yang terlibat memaksakan diri untuk berfikir dengan cara sewenang-wenang yang berbeda. Dengan artian setiap orang memiliki sendiri caranya masing-masing. Untuk itu, dengan menggunakan tujuh tujuhnya metode pemikiran yang gua tulis dibawah ini, akan sangat membantu mereka yang sedang berfikir kreatif dan pasti mereka akan menghasilkan sesuatu yang baru dan mengejutkan. Biasanya dengan menggunakan metode ini, mereka yang menggunakannya akan mendapatkan hasil yang baik.

S Substitute

Hapus beberapa bagian dari ide, hasil, situasi, atau konsep yang sudah ada, dan kemudian ganti dengan sesuatu yang baru. Contoh: Ganti papan tulis kapur dengan white board.

C Combine

Bergabung, afiliasi, atau mencampurkan elemen-elemen yang ada menjadi satu bagian.  Contoh: (spoon + fork) = Spork.

A Adapt (Adapt your ideas)

Mengubah beberapa bagian dari suatu masalah sehingga masalah tersebut gak bisa muncul lagi seperti biasanya. Contoh: Road Bike into Mountain Bike

M Modify, Magnify & Minify

Pertimbangkan banyak atribut yang lagi lo kerjain dan akan mengubah/memodif atribut tersebut, kalau perlu seenak-enaknya lo aja nge-modifnya gimana. Atributnya meliputi: ukuran, bentuk, dimensi lain, tekstur, warna, sikap, posisi, sejarah, dan sebagainya.

P Purpose (Put to other use)

Ubahlah maksud dan tujuan dari suatu subjek. Pikirkan tentang mengapa itu ada, digunakan untuk apa, apa yang seharusnya dilakukan. Tantangan semua asumsi dan untuk menunjukkan tujuan yang baru dan tidak biasa.

E Eliminate

Sewenang-wenangnya atau seenak-enaknya lo aja ngehapus sebagian atau seluruh elemen dari subjek yang lo buat, menyederhanakan, mengurangi untuk meningkatkan  fungsionalitas inti.

R Reverse & Reerange

Ubahlah tujuan, arah, atau orientasinya. Buatlah menjadi “upside-down”, “inside-out”, atau  buat agar jalannya menjadi “backwards”, melawan arah yang seharusnya benar. Contoh: Motor run backwards is a Generator.

Naaahh… Kalo semua itu digabungin jadi SCAMPER kan? Cobalah metode ini. Dijamin akan bermanfaat! Peace!